Pingin Upgrade Lensa Kamera? Baca Ini Dulu (1) – Focal Length

Di sini saya akan membahas tips bagaimana upgrade lensa yang benar. Masih banyak nih temen-temen yang tanya ke saya, bingung mau upgrade lensa. Pas di tanya kebutuhan buat apa dia jawab banyak banget, yang dari buat landscape, buat portrait, human interest, produk, dan masih banyak lagi. Sebenernya kalau dia memang kebutuhannya begitu jawabannya gampang, suruh pakai lensa kit aja, karena lensa kit sudah mengcover semuanya. Dan sebenarnya orang-orang yang seperti itu belum benar-benar butuh untuk mengupgrade lensa.

Buat temen-temen silahkan disimak dulu penjelasan saya ini. Setelah baca semoga kalian akan lebih paham sebenernya kalian sudah butuh upgrade lensa atau belum, dan kalau memang sudah butuh upgrade lensa yang seperti apa. Berhubung penjelasannya bakal panjang postingan ini akan saya bagi jadi beberapa post. Yang pertama akan kita bahas adalah tentang FL (Focal Lenght). Semoga bisa membantu kalian.

Fungsi lensa menurut Focal Length

Saya sudah pernah bahas singkat tentang focal length di sini, lebih tentang perbedaan distorsi dari tiap FL sih. Di sini saya akan membahas tentang hubungan FL dengan kebutuhan fotografi.

Tabel jenis lensa menurut Focal Length

 

WIDE / ULTRA WIDE 

Fungsi:

  • Arsitektur
  • Landscape

Contoh:

  • Tokina 11-16mm f/2.8
  • Canon ‎EF-S 10-18mm f/4.5-5.6 IS STM
  • Nikon 14mm f/2.8D ED
Photo by Kiekmal https://flic.kr/p/Lda5yo

Photo by Kiekmal
lensa Tokina 11-16 f/2.8

Umumnya ultra wide dan wide dipakai untuk foto landscape. Ultra wide juga bisa dipakai untuk foto arsitektur, jadi kalau kamu dapat projek untuk foto interior atau exterior dari suatu bangunan kamu sebaiknya pakai lensa ini. Karakter lensa ini dia punya distorsi yang lumayan melengkung, jadi amat sangat tidak dianjurkan pakai lensa ini untuk foto portrait close up. Tapi nggak menutup kemungkinan juga dengan kreativitas kalian bisa buat foto portrait keren pakai lensa ini, contohnya dengan mengambil foto portrait seperti foto di bawah ini.

 

Photo by Me

Photo by Me
lensa Tokina 11-16 f/2.8

Catatan nih untuk foto arsitektur. Memang lensa ini punya distorsi yang lumayan mengganggu untuk foto arsitektur, distorsinya bisa buat garis-garis lurus disebuah bangunan kelihatan cembung. Untuk itu ada beberapa vendor yang buat lensa khusus untuk arsitektur yang menawarkan lensa wide dengan distorsi minimum, cuma ya harganya itu lumayan juga. Buat kalian yang nggak ada budget untuk beli lensa khusus arsitektur itu bisa mengolah fotonya supaya distorsinya berkurang.

 

NORMAL

Fungsi:

  • Jalan-jalan
  • Dokumentasi
  • Portrait
  • Produk

Contoh:

  • Nikon 35mm f/1.8G
  • Canon 50mm f/1.4 USM
  • Sony FE Planar T 50mm f/1.4 ZA MTF

Photo by Yuri Dalle Laste lensa 35mm f/1.8

Photo by Yuri Dalle Laste
lensa Nikon 35mm f/1.8

Lensa normal, kalau saya bilang lensa wajib. Kenapa wajib karena FL ini tanggung, nggak wide nggak tele jadi multifungsi. Buat portrait bisa, buat foto produk bisa, buat landscape agak bisa, buat jalan-jalan apa lagi. Seru banget pakai lensa ini buat jalan-jalan.

 

TELEPHOTO

Fungsi:

  • Olahraga
  • Dokumentasi
  • Produk
  • Astrofotografi
  • Wildlife / Birding

Contoh:

  • Tamron 70-300mm f/4-5.6 Di VC USD
  • Canon EF 400mm f/5.6L USM
  • Nikon 85mm f/1.8 G
Photo by Paul van Allen lensa Nikon 500mm f/4G VR

Photo by Paul van Allen
lensa Nikon 500mm f/4G VR

Ada tiga jenis telephoto yaitu medium telephoto, telephoto, dan super telephoto, di sini kita bahas jadi satu. Intinya FL ini dipakai untuk foto objek yang jauh, untuk olahraga, untuk wildlife, dan super telephoto biasanya di pakai untuk foto astronomi, contohnya untuk foto bulan. Selain untuk foto objek jauh medium telephoto dan telephoto ini bisa juga dipakai untuk foto produk yang ukurannya agak kecil, contoh jam tangan, smartphone, dan lain-lain. Kenapa bisa gitu? Soalnya lensa ini minim distorsi jadi kalau foto objek-objek itu hasilnya objeknya nggak bakal cembung-cembung.

Ada fenomena di mana orang yang baru punya kamera, terutama DSLR selalu pingin beli lensa tele. Termasuk saya 😂😂😂. Biasanya disebabkan karena pingin kamera kelihatan besar gagah dan pingin foto human interest candid-candid dari jarak jauh. Percayalah, saya sudah mengalaminya dan sejujurnya foto menggunakan lensa tele terutama yang murah menghasilkan foto yang flat. Foto candid flat. Rasanya foto kurang berbicara gitu. Dan lagi itu tidak mendidik kita, kalau memang ingin foto street, human interest, coba pakai lensa normal, itu lebih mendidik untuk belajar komposisi dan berinteraksi dengan yang kita foto. Kalau misal telephoto dipakai untuk foto dokumentasi acara di mana kita nggak bisa terlalu dekat dengan objek yang akan kita foto, contoh foto pidato presiden di mana kita nggak bisa mendekati objek, pakai telephoto adalah pilihan yang tepat. Selain itu coba dipikir-pikir lagi mungkin masih ada alternatif lain sebelum membeli telephoto. Mungkin pakai lensa kit masih bisa mengcover.

(note: lensa tele saya nggak pernah kepakai alhasil jamuran)

 

 

Jenis LENSA MENURUT FOCAL LENGTH

Nah jadi itu penjelasan agak singkat tentang fungsi lensa dilihat dari Focal Length. Jadi sebaiknya kita tahu dulu kebutuhan kita untuk foto apa, baru kita sesuaikan FL dari lensanya. Kemudian dilihat dari FL itu jenis lensa di bagi lagi nih ada lensa fix, ada lensa zoom, dan ada juga yang kita sebut all-around. Apa itu? nih saya jelaskan.

LENSA FIX

Contoh:

  • Nikon 85mm f/1.8 G
  • Canon 50mm f/1.4 USM

Lensa fix adalah lensa yang punya FL tetap, nggak berubah. Lensa ini adalah penghasil foto terbaik, paling tajem juga, dan karena pembuatannya nggak bingung soal perpindahan FL jadi biasanya lensa ini punya aperture yang lumayan gede. Aperture dari lensa fix ada yang 1.8, 1.4, bahkan canon punya lensa fix 50mm dengan aperture 1.0. Bayangin itu gimana bokehnya. Lensa-lesa fix ini juga biasanya ukurannya nggak terlalu besar, ringan juga, jadi enak untuk dibawa jalan-jalan.

Kelemahan dari lensa ini, karena FLnya nggak bisa diubah-ubah, akhirnya kita jadi harus bolak-bolik ganti lensa. Dan kalau dihitung-hitung harganya mahal juga karena beli lensa lumayan mahal cuma dapat 1 FL untuk 1 kebutuhan foto. Apalagi kalau kalian lagi dokumentasiin acara, repot banget kalau harus gonta-ganti lensa.

Jadi kalau kalian pernah liat fotografer dokumentasi, misal di wedding, mereka akan bawa kamera lebih dari 1. Kenapa? Karena foto terbaik didapat dari lensa fix dan supaya tidak ketinggalan momen ketika ganti lensa mereka tidak ganti lensa tapi memasangnya di beberapa kamera langsung.

 

LENSA ZOOM

Contoh:

  • Lensa kit Nikon 18-55 F/3.5-5.6
  • Tamron 17-50 F/2.8

Lensa zoom adalah lensa yang bisa nge-zoom, alias FLnya bisa berubah. Lensa zoom lebih baik darir segi flexibilitasnya. Hanya dengan bawa 1 lensa bisa dipakai diberbagai fungsi. Contohnya lensa kit 18-55, wide ada bisa untuk landscape, normal ada bisa untuk dokumentasi, agak telephoto juga bisa untuk portrait. Multifungsikan?

Lensa zoom ini memiliki kelemahan, biasanya lensa ini di FL terjauhnya, misal di lensa kit ada di 55, hasil foto dengan lensa ini jadi tidak tajam. Dan juga aperture di lensa ini juga tidak konsisten, contoh di lensa kit lagi di FL 35 aperture terlebar maximal f3.5, di FL 55 maximal di f5.6. Tapi ada juga yang memberikan aperture yang konsisten, contohnya Tamron 17-50 punya aperture terlebar konsisten di f2.8 tentunya dengan harga yang lebih mahal. Aperture yang tidak konsisten ini akhirnya settingan exposure kita berubah-ubah, ini yang perlu diperhatikan, hati-hati ketika merubah FL trus lupa merubah settingan, jangan sampai foto jadi terlalu terang atau terlalu gelap.

 

 

LENSA ZOOM ALL-AROUND

  • Nikon AF-S 18-300mm f/3.5-6.3G ED DX VR
  • Canon EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS

Ada lagi ini masih sesaudara sama lensa zoom, yaitu lensa zoom all-around atau lensa sapu jagat. Perbedaannya di mana? Bedanya lensa ini memberikan rentang FL yang fantastis contohnya Nikon punya lensa dengan FL 18-300. Siapa yang nggak mau coba, buat landscape bisa, buat portrait bisa, bahkan bisa buat foto wildlife. Tapi jangan mudah tertarik dulu. Dilihat dulu kebutuhannya. Jika memang kita suka jalan-jalan, kita cuma punya 1 kamera, dan kita nggak mungkin buat gonta-ganti lensa karena harus terus kejar momen, atau tempat yang kita datangin nggak memungkinkan untuk gonta-ganti lensa, nah lensa ini bisa jadi pertimbangan.

Di atas saya sudah singgung sedikit lensa zoom di FL terpanjang biasanya kurang tajam. Nah berlaku juga untuk lensa all-around ini. Coba bayangkan yang rentangnya pendek saja di FL terpanjangnya nggak tajem apa lagi yang rentangnya panjang banget pasti nggak tajem bangeeett. Hehehe, sesungguhnya ini masih teori yang saya juga baca, saya belum pernah pakai lensa tersebut jadi belum bisa review.

 

 

Ya jadi itulah penjelasan agak singkat saya tentang tips upgrade lensa. Jadi yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan, tentukan dulu kebutuhannya, kemudian tentukan FLnya, yang terakhir pilih antara lensa fix, atau zoom, atau all-around. Perlu diperhatikan juga ketika memilih lensa zoom adalah aperturenya, apakah itu konsisten atau tidak.

Oke ini masih sepenggal selanjutnya akan saya bahas di posting selanjutnya. Semoga membantu.

Advertisements